Tempat Event Berlangsung : Kampus UHAMKA, Jl. Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tanggal Event : 26 Juni 2012
Preview
Jakarta, 26/6 (ANTARA) - Pers asing menilai Indonesia sebagai negara penting di Asia Pasifik yang sangat kaya akan sumber berita, baik sebagai negara demokrasi baru, sebagai bangsa Muslim terbesar, sebagai negara yang perekonomiannya tumbuh pesat dan negara yang penuh konflik hingga bencana.
"Indonesia merupakan sumber berita yang sangat banyak, dari politik, agama, ekonomi, konflik hingga bencana," kata Kepala Biro Al Jazeera Network Sohaib Ali Jassim pada Seminar Komunikasi Internasional "Kontribusi Wartawan Media Asing dalam Pemberitaan tentang Indonesia di Mata Dunia" di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) di Jakarta, Selasa.
Bagi dunia Arab, kata wartawan senior media yang berpusat di Qatar itu, Indonesia merupakan bangsa Muslim terbesar dan memiliki hubungan emosional dengan dunia Arab meski berada di Asia Pasifik.
Selain itu sebagai negara demokrasi baru yang besar dan memiliki kekuatan yang sedang tumbuh, Indonesia juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi dunia Arab yang sedang berubah secara politik.
Sementara itu, di kalangan pers Barat, menurut kacamata jurnalis France 24 (TV 5 dan Radio Canada) Jean-Baptiste Chauvin, Indonesia belum terlalu dikenal di Eropa, tapi memiliki kekuatan yang luar biasa dan potensial menjadi "Super Power".
"Indonesia paling potensial menjadi satu dari negara dengan ekonomi paling penting di dunia karena memiliki sumber daya alam melimpah serta sumber daya manusia yang besar dengan populasi muda," katanya.
Tapi, lanjut dia, ada empat hal yang harus dibenahi di Indonesia, yakni pendidikan yang masih kurang baik dan harus diatasi dengan pendidikan gratis, kepemimpinan nasional yang harus memberi kesempatan kepada orang-orang hebat, korupsi yang masih menggila serta intoleransi agama yang selama ini mencoreng citra Indonesia.
Sedangkan di mata pers tetangga seperti dikemukakan jurnalis The Straits Times Zakir Hussain, Indonesia bagi Singapura, sangat menarik untuk diberitakan karena apa yang terjadi di Indonesia sangat berpengaruh terhadap Singapura.
Ekonomi Indonesia, ujarnya, adalah yang terbesar di Asia Tenggara dengan GDP per kapitanya yang saat ini sedang tumbuh dari 3.500 dolar AS ke 10.000 dolar AS dalam 10 tahun, bisa berimbas baik bagi Singapura.
"Perkembangan politiknya yang dinamis, termasuk demonstrannya juga sering diliput negeri jiran. Karena kalau Indonesia bergolak akan membuat Singapura juga tak tentram," katanya.
Apalagi orang Indonesia yang tinggal di Singapura mencapai 200 ribu orang, ditambah wisatawan Indonesia sangat besar di Singapura, di sisi lain alam dan keanekaragaman Indonesia juga menarik bagi Singapura, tambahnya.
Sementara itu, Rektor Uhamka Prof. Dr. Suyatno, mengatakan, Indonesia sering mengkhawatirkan media asing yang senang memberitakan Indonesia dari sisi negatif, seperti masyarakat muslimnya yang tidak toleran, padahal muslim Indonesia sangat toleran.